Kabar Politik Terupdate

banner puasa

Kegigihan Intan Menjaga Hak Pemilih …..

332 0

SEORANG perempuan menghampiri sekelompok orang yang sedang menikmati kopi di sebuah kafe di kawasan Lampineung, Banda Aceh, Rabu (11/1/2017). Sekejap setelah saling menyapa, perempuan itu kemudian meminta kartu tanda penduduk (KTP) milik beberapa orang yang sedang menyeruput kopi pagi.

“Beginilah kerja saya kalau jumpa siapa pun di warung kopi. Kebetulan ini kawan-kawan dari Lhokseumawe dan Aceh Utara,” kata Fauziah, satu-satunya perempuan di antara sekelompok lelaki yang sedang menikmati kopi pagi.

Sebagai ketua kelompok kerja Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) di Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh, Fauziah yang akrab disapa Intan ini selalu mengoptimalkan semua kesempatan untuk memastikan masyarakat Aceh yang memiliki hak pilih, masuk dalam daftar pemilih tetap atau DPT.

Hanya bermodal perangkat handphone pintar, wanita berkacamata ini mencatat nomor induk kependudukan (NIK) orang-orang yang ditemui dan membuka situs www.kpu.go.id.

“Sebenarnya, pemilih bisa mengecek sendiri untuk memastikan sudah masuk DPT atau tidak. Caranya mudah sekali. Tapi sikap proaktif ini yang jadi tantangan tersendiri. Masih banyak pemilih yang kurang peduli,” tambah Intan tanpa bermaksud mengeluh.

Dia mengharapkan, semua pemangku kepentingan ikut mendukung kesuksesan pilkada serentak di Aceh yang berlangsung di 20 kabupaten dan kota ditambah satu pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Pilkada di Aceh, kata Intan, memang bukan yang terbanyak dari sisi jumlah pemilih. “Tapi dari sisi jumlah daerah Aceh yang terbanyak di Indonesia. Belum lagi kerumitan masalahnya,” kata Intan lagi.

Menurutnya, partai politik dan pemerintah daerah bisa berperan aktif dalam mendorong masyarakat menyukseskan pilkada, termasuk memastikan semua pemilih masuk dalam DPT. Para pendukung atau tim kampanye pasangan calon, bisa memanfaatkan pelatihan saksi yang mereka lakukan untuk memastikan semua pendukung sudah masuk DPT.

“Uji petik untuk daftar pemilih sudah kita lakukan. Tapi saya ingin memastikan tidak ada warga yang punya pilih, tidak masuk dalam daftar pemilih,” ujar Intan yang mantan aktivis perempuan di masa konflik bersenjata.

Berdasarkan DPT yang sudah ditetapkan KIP Provinsi Aceh, jumlah pemilih yang tersebar di 23 kabupaten dan kota mencapai 3.431.582 pemilih. Saat ini, Intan mengaku masih terus berkoordinasi dengan komisioner di tingkat kabupaten dan kota menyangkut jumlah pemilih di lembaga permasyarakatan.

Masih ada sejumlah kabupaten dan kota datanya belum lengkap meski masa perbaikan data di Lapas sudah berlalu pada 3 Januari lalu.  Kondisi inilah yang membuat Intan harus selalu berkordinasi dengan komisioner di kabupaten dan kota agar masalah pemilih tidak menjadi sumber gugatan dalam pilkada.

“Di kalangan komisioner kabupaten dan kota, saya dikenal cerewet. Tapi biarlah, yang penting pilkada sukses di Aceh,” kata Intan sambil tertawa.

Karena itulah, di mana pun bertugas, ke mana pun pergi, di Aceh bahkan di luar Aceh, Intan selalu bertanya kepada warga Aceh apakah sudah tercatat sebagai pemilih atau belum.

Bahkan terkadang, pihak yang tidak berhak memilih seperti anggota TNI dari Polri pun, ia lakukan uji petik untuk memastikan mereka tidak masuk dalam daftar pemilih.

“Siapa tahu PPDP keliru,” sahutnya. PPDP adalah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih yang melakukan pemutakhiran data pemilih.

Makanya, kalau sedang menyeruput kopi di Aceh dan seorang perempuan manis bertanya sudah tercatat sebagi pemilih atau belum, jangan kaget.

Intan sebagai satu-satunya komisioner perempuan di KIP atau KPUD Provinsi Aceh, sedang menjalankan tugasnya untuk memastikan warga tidak kehilangan hak konstitusionalnya. |KOMPAS.COM

Comments

comments