Kabar Politik Terupdate

banner puasa

Daeran Otonomi Meulisan

127 0

MASRIADI SAMBO

 

SETIDAKNYA ada dua usulan pemekaran di Aceh Utara tahun ini. Masing-masing bernama Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Aceh Malaka dan Kabupaten Aceh Pase. Keduanya bercita-cita mendapatkan rekomendasi dari induk semangnya-Kabupaten Aceh Utara-untuk “merdeka” sebagai daerah otonomi.

Catatan ini tidak bermaksud mendukung atau menolak kehadiran dua kabupaten itu. Tulisan ini hanya ringkasan dari obrolan sebuah group Whatsapp-GEHGOH-yang penghuninya dari berbagai latar belakang, dari guru hingga dosen, dari jurnalis hingga politisi, dari pengacara hingga aktivis dan is-is lainnya.

Obrolan di group itu pun beragam. Sebagian dengan nada bercanda menyatakan tujuan mendirikan daerah baru karena ‘tak ada lapak lagi di Aceh Utara’. Sebagian masih malu-malu menyatakan ingin kesejahteraan rakyat tercapai.

Baik Aceh Malaka maupun Aceh Pase, keduanya belum mengantongi surat keuramat dari Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad, dan DPRK Aceh Utara.

Sejatinya, rekomendasi dua lembaga itu dibutuhkan buat “memerdekakan” diri. Cek Mad pada beberapa kesempatan menyatakan dukungannya untuk Aceh Malaka. Entah untuk Aceh Pase.

Belum pernah terlihat pernyataan bupati yang diusung Partai Aceh itu soal Aceh Pase. Mungkin nanti juga akan ada pernyataan mendukung.

Nah, soal belum adanya rekomendasi itu, seorang anggota group-GEHGOH-lalu merespon secara satir. Memplesetkan DOB menjadi DOM (Daerah Otonomi Meulisan). Meulisan berarti manisan.

Sebagian lagi menyebut “cilet meulisan di bak idong (olesan manisan di hidung). Maknanya jika manisan dihidung, maka tak bisa dijilat. Belum ada manusia yang memiliki lidah panjang dan mampu menjilat manisan yang diletakan dihidungnya sendiri.

Itulah obrolan ringkas yang tercatat dalam tulisan ini. Terlepas jadi atau tidaknya dua daerah itu “merdeka”, belum ada jawaban. Mengutip penyanyi legendari Tomy J Pisa,…jawabnya ada di atas sana… |https://steemit.com/@masriadi

 

 

Comments

comments