Kabar Politik Terupdate

banner puasa

Cerita dari Pengungsian Korban Banjir

117 0

SEKITAR 20 kepala keluarga (KK) di Desa Geulumpang, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara terpaksa mengungsi setelah banjir merendam kawasan itu dua hari terakhir. Mereka terpaksa tidur di atas meunasah (mushalla) berbentuk rumah panggung di desa itu.

Menggelar tikar seadanya lalu melepas malam sembari menunggu air surut. Rumah mereka direndam banjir setelah Krueng (sungai) Keureuto meluap di kawasan itu. Hingga hari ini, ketinggian air masih bervariasi dari 80 sentimeter hingga 1,5 meter.

Sejumlah orang tua memeluk bayinya dan anaknya. Melawan dingin yang kian malam kian menusuk tulang. Sedangkan di bawah meunasah air masih mengalir deras.

Salah seorang warga, Mukhsin (30), Jumat (5/1/2018) menyebutkan hingga pukul 15.00 WIB hari ini bantuan dari pemerintah belum ada. Udah makan, pakaian penghangat tubuh, dan kebutuhan pengungsi semua ditanggung oleh masing-masing warga.

“Tadi saya lihat belum ada tuh bantuan apa pun,” katanya.

Padahal, desa itu hanya terpaut empat kilometer dari kantor camat yang berada di Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara. Namun, butuh perjuangan berat mengakses desa itu. “Mobil tak lewat. Hanya bisa dengan boat. Desa ini terlalu rendah dibanding desa lain, maka di sini paling parah,” katanya.

Dia berharap bantuan untuk pengungsi bisa disalurkan. Namun, terpenting penanganan jangka panjang banjir harus dipikirkan pemerintah. “Misalnya kalau solusi tanggul jadi pilihan, maka bangunlah tanggul. Jangan setiap hujan, kami terendam terus,” katanya.

Harapan lain disebutkan Faisal Razi. Dia menyarankan pemerintah menyiapkan dua boat di kawasan pedalaman itu. “Sehingga begitu ada banjir, boat itu bisa digunakan secepatnya untuk evakuasi dan distribusi bantuan. Ini kan langganan banjir,” terangnya.

Pengungsian juga terjadi di Desa Asan Krueng Kereh, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara. Bahkan, untuk keu meunasah mereka menggunakan sampan kecil.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Aceh Utara, Khairuddin, menyebutkan seluruh bantuan telah disalurkan ke masing-masing camat. “Mekanismenya begini, kepala desanya usul ke camat, camat ke BPBD. Baru BPBD salurkan ke camat seterusnya ke desa. Kan camat yang paling tahu,” katanya.

Dia mengaku tak mengetahui detail kenapa ada desa yang belum disalurkan bantuannya. “Kalau soal jumlah, pasti tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Kita salurkan seadanya, semampu kita,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir merendam tujuh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara dua hari terakhir. Ratusan rumah, dan ribuan hektare sawah terendam banjir serta ratusan warga terpaksa mengungsi. |KOMPAS

 

Comments

comments